
Aston Martin Valhalla Hybrid Memasuki Fase Pengujian Terakhir
Aston Martin Valhalla Hybrid memasuki tahap akhir pengembangan Valhalla sebelum supercar hybrid tersebut di produksi secara terbatas. Pada Maret 2025, Valhalla menjalani validasi akhir di jalan raya Inggris dan sirkuit Spanyol. Selain itu, pengujian berlangsung di fasilitas IDIADA dekat Barcelona dengan berbagai kondisi lintasan. Karena itu, tim pengembangan dapat mengevaluasi karakter kendaraan secara menyeluruh sebelum proses produksi berlangsung.
Pengujian tersebut mencakup sirkuit berkecepatan tinggi serta lintasan basah dan kering. Kemudian, Aston Martin melakukan kalibrasi sistem kemudi dan aerodinamika aktif. Sistem pengereman termal juga menjadi bagian penting dalam proses validasi tersebut. Sementara itu, pengujian jalan raya di gunakan untuk menyempurnakan pengaturan peredam kendaraan.
Aston Martin juga melibatkan Darren Turner dalam pengujian Valhalla di lintasan. Turner merupakan pembalap pengembangan Aston Martin sekaligus pemenang kelas Le Mans tiga kali. Selain itu, pengujian di lakukan untuk memastikan performa tetap konsisten pada kondisi ekstrem. Dengan demikian, karakter mobil dapat di sesuaikan untuk penggunaan jalan raya dan sirkuit.
Aston Martin Valhalla Hybrid kemudian menjalani debut dinamis publik di sirkuit jalan raya Monaco pada Mei 2025. Saat itu, Fernando Alonso mengendarai mobil tersebut menjelang Grand Prix Formula 1 Monaco. Setelah itu, Aston Martin melanjutkan program pengembangan menuju produksi dan pengiriman pelanggan. Kini, Valhalla telah memasuki fase produksi setelah 152 unit di produksi pada kuartal keempat 2025.
Mesin V8 Twin-Turbo Aston Martin Valhalla Hybrid Di Padukan Tiga Motor Listrik
Mesin V8 Twin-Turbo Aston Martin Valhalla Hybrid Di Padukan Tiga Motor Listrik Valhalla mengusung sistem plug-in hybrid dengan mesin V8 twin-turbo berkapasitas 4,0 liter. Lalu mesin pembakaran tersebut menghasilkan tenaga 828 PS dengan konfigurasi flat-plane crankshaft. Selain itu, tiga motor listrik memberikan tambahan tenaga sebesar 251 PS. Dengan demikian, sistem hybrid menghasilkan tenaga gabungan hingga 1.079 PS dan torsi maksimum 1.100 Nm.
Dua motor listrik di tempatkan pada gandar depan untuk mendukung sistem penggerak seluruh roda. Kemudian, motor listrik ketiga terintegrasi dengan transmisi otomatis dual-clutch delapan percepatan. Sistem tersebut juga mendukung torque vectoring dan membantu meningkatkan traksi kendaraan. Oleh sebab itu, respons kendaraan dapat di sesuaikan berdasarkan kebutuhan pengendaraan.
Valhalla mampu berakselerasi dari nol hingga 100 kilometer per jam dalam 2,5 detik. Sementara itu, kecepatan maksimumnya di batasi secara elektronik hingga 350 kilometer per jam. Performa tersebut di dukung sistem penggerak hybrid dan konstruksi kendaraan yang berorientasi pada dinamika. Selain itu, Valhalla menyediakan beberapa mode berkendara dengan karakter berbeda.
Mode yang tersedia meliputi Pure EV, Sport, Sport+, dan Race. Kemudian, setiap mode mengatur integrasi sistem hybrid, suspensi, kemudi, dan aerodinamika aktif. Dalam mode Race, sistem aerodinamika aktif bekerja untuk mendukung performa maksimal di lintasan. Karena itu, pengemudi dapat memperoleh karakter kendaraan yang berbeda sesuai kebutuhan berkendara.
Aerodinamika Aktif Menghasilkan Downforce Lebih Dari 600 Kilogram
Aerodinamika Aktif Menghasilkan Downforce Lebih Dari 600 Kilogram Valhalla mengadopsi sistem aerodinamika aktif yang terinspirasi teknologi balap Aston Martin dan Formula 1. Sistem tersebut mampu menghasilkan downforce lebih dari 600 kilogram pada kecepatan 240 kilometer per jam. Selanjutnya, angka tersebut di pertahankan hingga kecepatan maksimum 350 kilometer per jam. Dengan demikian, keseimbangan aerodinamika tetap di jaga dalam rentang kecepatan tinggi.
Pada mode Race, sayap belakang aktif dapat bergerak untuk meningkatkan tekanan aerodinamika. Komponen tersebut terangkat menggunakan aktuator hidrolik hingga posisi tertentu. Selain itu, bagian depan juga menggunakan sayap aktif untuk mengatur aliran udara. Karena itu, sistem tersebut dapat menyesuaikan kebutuhan downforce dan hambatan udara secara otomatis.
Valhalla juga memiliki fungsi DRS yang membantu mengurangi hambatan udara ketika kondisi tertentu terpenuhi. Kemudian, sistem sayap belakang dapat berfungsi sebagai rem udara saat pengereman keras. Pengaturan tersebut bekerja bersama sayap depan untuk menjaga keseimbangan tekanan kendaraan. Sementara itu, teknologi tersebut membantu mempertahankan stabilitas ketika mobil memasuki tikungan berkecepatan tinggi.
Aston Martin membatasi produksi Valhalla sebanyak 999 unit untuk pasar global. Pada 2025, perusahaan telah memproduksi dan menyerahkan 152 unit untuk kebutuhan pelanggan. Selanjutnya, Aston Martin menyatakan sekitar 500 unit tambahan akan di kirimkan sepanjang 2026. Dengan kombinasi performa hybrid, aerodinamika aktif, dan mesin V8, Valhalla menjadi bagian penting strategi produk Aston Martin Aston Martin Valhalla Hybrid.